Menjelajahi Keajaiban Candi Sewu di Kawasan Prambanan
Banyak wisatawan yang mengunjungi kawasan Prambanan hanya fokus pada Candi Prambanan yang megah. Padahal, hanya berjarak beberapa ratus meter ke arah utara, terdapat situs luar biasa yang tak kalah memukau, yaitu Candi Sewu. Sebagai kompleks candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah Borobudur, Candi Sewu menawarkan nuansa kedamaian dan arsitektur yang sangat detail.
Nama ‘Sewu’ sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘seribu’, merujuk pada jumlah candi yang ada di sana meskipun jumlah aslinya tidak tepat seribu. Menjelajahi kompleks ini memberikan pengalaman spiritual dan sejarah yang mendalam bagi siapa saja yang datang berkunjung.
Sejarah dan Arsitektur yang Memukau
Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 pada masa Kerajaan Mataram Kuno, tepatnya di bawah pemerintahan Rakai Pikatan. Menariknya, meskipun letaknya sangat dekat dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu, Candi Sewu justru dibangun sebagai pusat ibadah agama Buddha.
Arsitektur Candi Sewu sangat unik dengan pola mandala yang simetris. Kompleks ini terdiri dari satu candi utama yang dikelilingi oleh 249 candi perwara atau candi pengiring yang tersusun dalam formasi empat baris persegi panjang. Keberadaan arca-arca serta relief yang halus menunjukkan tingkat peradaban dan seni yang sangat tinggi pada zamannya.

Mengapa Candi Sewu Wajib Dikunjungi?
Berbeda dengan Candi Prambanan yang cenderung ramai, Candi Sewu menawarkan suasana yang lebih tenang dan kontemplatif. Anda bisa berjalan santai di area pelataran yang luas sambil mengagumi kemegahan stupa-stupa yang masih terjaga keasliannya. Ini adalah spot yang sempurna bagi Anda yang menyukai fotografi arsitektur atau sekadar mencari ketenangan di tengah kompleks candi.
Tips Praktis Berkunjung ke Candi Sewu
Agar kunjungan Anda lebih maksimal, perhatikan beberapa tips praktis berikut ini:
- Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari saat baru buka atau sore hari sebelum matahari terbenam untuk mendapatkan cahaya terbaik dan menghindari teriknya matahari.
- Transportasi: Anda dapat menggunakan shuttle bus gratis yang disediakan di dalam area Taman Wisata Candi Prambanan untuk berpindah dari Candi Prambanan menuju Candi Sewu.
- Pakaian: Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman. Mengingat area kompleks cukup luas, disarankan memakai alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh.
- Pemandu Wisata: Jika ingin memahami sejarah secara lebih detail, Anda bisa menyewa jasa pemandu wisata resmi yang tersedia di pintu masuk.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Candi Sewu
Apakah tiket masuk Candi Sewu terpisah dengan Prambanan?
Tidak, tiket masuk Candi Sewu sudah termasuk dalam satu paket tiket terusan saat Anda membeli tiket masuk ke kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.
Berapa waktu tempuh dari Candi Prambanan ke Candi Sewu?
Jika menggunakan shuttle bus, waktu tempuhnya hanya sekitar 5-10 menit. Jika Anda memilih untuk berjalan kaki, diperlukan waktu sekitar 15-20 menit dengan pemandangan taman yang asri.
Apakah boleh mengambil foto di area candi?
Tentu saja boleh. Area Candi Sewu sangat fotogenik. Namun, pastikan untuk tetap menjaga etika dan tidak menaiki atau merusak bagian candi demi pelestarian situs warisan dunia ini.
Apa waktu operasional Candi Sewu?
Candi Sewu mengikuti jam operasional Taman Wisata Candi Prambanan, biasanya mulai pukul 07.00 hingga 17.30 WIB.
Kesimpulan
Candi Sewu bukan sekadar tumpukan batu bersejarah, melainkan bukti nyata kejayaan peradaban masa lalu yang menyatukan keberagaman keyakinan dalam harmoni. Jika Anda merencanakan perjalanan ke Yogyakarta atau Klaten, pastikan untuk mengalokasikan waktu lebih di kompleks ini.
Ingin mendapatkan informasi wisata terupdate lainnya di Yogyakarta? Jangan ragu untuk berlangganan newsletter kami dan dapatkan inspirasi perjalanan menarik langsung di kotak masuk Anda!


Tinggalkan komentar